Wednesday, July 29, 2009

Hallo Bandoeng & Yasmin Ahmad

...

Ibu yang kecil dan tua kebuyutan. Di wartel.

Karyawan bilang dengan bersahabatan: "Bu, nanti anda dengar suara Bandung"

Ibu bergetar dengan kaki kaku, Dia ambil mikropon.

Terus dia dengar, aneh bin ajaib, Suara putra nya yang tenang.

 

"Hallo! Bandung!",

"Iya bu, saya hadir"

"Hallo anak tersayang" dia bersedu

"Hallo, hallo!

Ibu tua apa kabarnya?"

Terus dia balas aja " Saya kangen sekali sama kamu!"

 

"Sayang" dia tanya "Istrimu kecil dan hitam, apa kabarnya?"

"Baik aja" katanya "Kita ngobrol

Tentang kamu tiap hari

dan di malam hari anak kecil berdoa

Sebelum bobo

untuk neneknya yang mereka tidak kenal

Sambil cium foto mu"

 

"Hallo! Bandung!",

"Iya bu, saya hadir"

"Hallo anak tersayang" dia bersedu

"Hallo, hallo!

Ibu tua apa kabarnya?"

Terus dia balas aja " Saya kangen sekali sama kamu!"

 

"Bentar, bu" dia bilang dengan senyum, "Anak saya yang paling muda disini juga"

Terus ibu dengar dengan jelas "Nenek tersayang, Tabik tabik!"

Tapi ini telalu berat bagi dia.

Dia berbisik: "Terima kasih Tuhan saya masih sempat mendengarnya ...."

Terus dia menangis dan jatuh mati.

 

"Hallo! Bandung!"

"Iya bu, saya hadir!"

Tidak dibalas

Dia dengar napas terakhir

"Hallo! Hallo" berbunyi dari seberang lautan.

Sudah meninggal dunia. Cucu nya bilang: "Tabik"

(taken from http://djawatempodoeloe.multiply.com/music. 

translate by Ivan & olivier.2007)



Syair ini diambil dari  lagu berjudul “Hallo, Bandoeng” . 


Sebuah lagu berbahasa Belanda yang turut populer oleh Wieteke van Dort pada tahun 1979, walaupun  sebelumnya terlebih dulu diperkenalkan oleh Willy Derby di akhir tahun 1920-an. Diceritakan kala itu, dunia baru saja berkenalan dengan telepon.

 

Menarik kan, blog?

 

Ever wonder gimana nasib si nenek tua dan si cucu jika saja telpon dikenal lebih awal? Ever wonder kalo perbedaan ras gak bikin seorang nenek berhenti mencintai cucunya? Atau mungkin cerita ini bikin lo berpikir, bagaimana rasanya hidup di belahan dunia yang berbeda yang membuat lo bahkan tidak mengenal dari mana lo berasal?

 

Huh!? Menyimak lagu ini emang bikin gue mikir banyak hal malam ini. Banyak hal. Sadar kalo diversity, kelompok, ras, kebangsaan, emang bukanlah satu hal yang esensial dari hidup manusia. Tapi lebih dari itu, rasa cinta, humanity , dan family adalah yang utama.  

 

Sama juga seperti apa yang Yasmin Ahmad pernah sampaikan dalam karya-karyanya. Diversity itu ada bukan untuk membuat kita membenci satu sama lain.  Diversity itu ada bukan untuk membuat kita merasa lebih hebat sehingga enggan mengakui kehebatan orang lain hanya karena darimana dia berasal dan bukan apa yang telah mereka buat. Hmmm... For that, I have to say my biggest regret to Yasmin Ahmad .

 

Akh. Sudahlah. Time to go to sleep. Night, blog.

Attachment: Hallo Bandoeng.mp3

No comments: