Tuesday, December 30, 2008

travel blog: Bandung part II

Karena gak tahan berlama-lama di kamar, kami segera beranjak meninggalkan hotel busuk ini sambil membawa kembali barang-barang kami ke dalam mobil. Yah, maklum….setelah begitu banyak keparahan yang terjadi di dalam kamar, kami juga jadi gak yakin sama keamanan hotel ini. Lagian juga pintu kamarnya gak bisa dikunci dan susah banget dibuka dan ditutup Haiahhaha. PARAH!!!! Tapi, walaupun begitu, kami semua mencoba untuk tetap tabah dan menerima kenyataan bahwa hotel ini adalah satu-satunya tempat untuk kita tinggal malam ini. Abis, hotel lain dah pada penuh. Lagian kita udah terlanjur bayar.. Hiks.. jadi agak menyesal..;p

 

Kami kembali menerobos kemacetan kota Bandung menuju Paris Van Java kalo orang bandung bilangnya PPJ, karena mereka gak bisa spelling 'V'.   Niatnya, ke PPJ ini mau beli tiket buat nonton “the spirit” buat midnight.  Karena kebodohan gue, kami salah mengambil jalan,  dan segera nyasar. Hahahaa.. terpaksa, harus mencari jalan lain untuk menuju PPJ. Dalam keputus asa-an dan kelelahan karena maccet, Ira dengan rock n rollnya menerobos larangan untuk memutar balik di Dago. Bodohnya, dia putar balik pas di depan pos polisi yang pada saat itu lagi ditongkrongin sama 4 sepeda motor polisi dan beberapa petugas di dalam pos. Dari dalam kaca mobil, gue bisa melihat jelas muka pak polisi yang kaget dan spontan menunjuk ke arah mobil kami. Haihahahahahahaa… Dan gue dan mela gak bisa menghentikan tawa.. sampai akhirnya gue mual dan.. (you know what happened?!?) Heuhehe 

 

Setelah berhasil nyampe PPJ dan beli tiket, kami melanjutkan perjalanan menuju sapu lidi resort yang bagus banget katanya Mela. Di sana kita bisa naik sampan keliling resort sambil menikmati pemandangan alam dan udara yang sejuk (kata Mela). Satu-satunya masalah adalah, Sapu lidi itu ada di daerah menuju Lembang. Dan bener aja loh.. MACET GILA!??!?  Dan lagi-lagi kami harus mengurungkan  niat pergi dan memutar kea rah yang lebih manusiawi. Dago Pakar. Dan untuk menghibur kebetean saat macet, kami memborong buah manggis yang dijajakan di pinggiran jalan menuju Lembang, sambil main tebak-tebakan buah manggis siapa yang paling manis..halah.. hauahahahha;p

 

Akhirnya kami sampai di sebuah tempat yang sangat nyaman bernama Lisung. Sepertinya, dari semua tempat di Dago Pakar, ini adalah tempat favorit gue. Bentuknya seperti rumah-rumah Jawa yang terbuat dari kayu, tapi, tempat duduknya dirancang sedemikian rupa agar menghadap ke luar, which is pemandangan kota Bandung yang bagus banget. Tempat ini pas banget berada di tengah, jadi kita bisa melihat kota Bandung dalam view panorama (kalo di kamera), atau memanjang gitu. Gunung yang mengelilingi kota Bandung juga terlihat sangat jelas, seakan-akan Bandung adalah sebuah kawah dari Gunung yang sangat besar. Ditambah laggi view pesawat yang lalu lalang di bawah kami. Hihihi.. Keren banget. Saking bagusnya, gue dan Mela berpikiran untuk menyewa sofa di tempat ini untuk tidur nanti malam, ketimbang harus kembali ke hotel busuk tadi. Huahahahaha;p

 

Lisung juga menyediakan berbagai macam makanan yang lumayan enak. Dari mulai makanan besar, sampai makanan ngemil kaya pizza dan calamari yang cocok banget buat diimakan sambil bergosip dan nyari inspirasi buat bikin pertanyaan buat games di tahun baru, seperti yang dilakukan ira, yang akan bertindak sebagai host dalam acara malam tahun baru UPS beberapa hari lagi…

 

Sepulang dari Lisung, bayangan hotel busuk kian menghantui kami. Dalam hati gue bilang.. “Im SO.. not gonna coming back to that hotel..” haiaahahaha;p. Setelah berdiskusi dan mnegeluarkan kegelisahan kami masing-masing,  kami  pun akhirnya memutuskan untuk tidak kembali hotel busuk tadi. Dengan sedikit “ngarep” kami kemudian mulai mendatangi satu per satu hotel di Bandung. Setelah lebih dari 5 hotel kami datangi, akhirnya kami menemukan sebuh hotel yang sangat PW di daerah cimbeleuit. Nama hotelnya Concordia. Perpaduan antara rumah tua dengan bangunan modern minimalis. Entah kenapa, gw sama anak-anak langsung merasa klik sama tuh hotel. Sambil put our fingers cross, kami pun mendatangi lobby ddan mulai menanyakan pertanyaan yang sama yang selalu kami ucapkan ke penjaga lobby Ada kamar kosong?”. Dan akhirnya kami pun mendengar jawaban yang melegakan selain “ Maaf, sudah penuh..”, si mas-mas penjaga lobby pun bilang “Masih ada satu kamar type modern…”. Dan kami pun langsung jingkrak-jingkrak kesenengan. Hauahhahaah… yah, maklumlah luapan kebahagiaan dan kelegaan untuk gak tidur di hotel busuk tadi. Kebetulan lagi, di hotel itu, gue melihat sebuah mobil yang sangat familiar. Yep. Mobilnya si Emir, bocah yang main di Garuda di dadaku. Dengan segera gue  menelfon mamanya emir, dan benar juga. Ternyata mereka emang lagi stay di hotel itu. Dan kamarnya cuma beda 2 kamar sama kamar yang kita tinggali. Hmm.. what a coincident? Kebetulan banget, karena seharisebelumnya gue baru aja sms-an sama tuh bocah. Hihihi.. kangen juga sih… ;p Btw, kamar yang kami tempati emang gak gitu besar, tapi sangat nyaman dan efisien. Fovorit spot gue adalah balkon kecil yang ada di samping kamar. PW.  Recommended banget nih buat orang-orang yang pengen nginep di Bandung,  karena harga kamarnya juga gak mahal.

 

Setelah akhirnya menemukan tempat yang nyaman buat diinepin, kita seggera mengejar waktu untuk nonton The Spirit di PPJ. Seperti yang sudah kita duga sebelumnya, jalan menuju PPJ is Matal, alias Macet Total. Alhasil, 1,5 jam di mobil pun kami manfaatkan buat curhat on line.

Tapi ternyatam curhat on line tak kunjung membuat kami lupa dengan macet yang terasa semakin menggila, yang lama-lama akhirnya membuat kami dan pak polisi juga jadi gila. Karena bingung mau diapain lagi, maka jalan menuju PPJ pun ditutup sama pak polisi. Hmmm?!?! gedeg! Padahal dari jalan yang ditutp itu, PPJ hhanya berjarak 250 meter-an. Huh! Di tengah kekesalan dan ketidakberdayaan melawan pak polisi yang stress, kami melihat sebuah hotel. Langsung aja otak iseng kami berjalan. Yep. Kami menyamar jadi tamu hotel biar bisa parkir di areal hotel (yang di depannya udah ada tulisan KAMAR PENUH). Haiahahahha. Dan berhasil!  Pak satpam hotel yang gak tau apa-apa itu lalu memberikan kami spot khusus. Haiahahaha.. Maaf ya, pak..;p Dari hotel tadi, kami kemudian berjalan kaki menuju Paris Pan Japa..

 

 

                                                       (to be continued...)

5 comments:

anna melani said...

another day wasted.
other than to do your thesis, you went to Bandung for fun!
crazy!

lol;p

amelya oktavia said...

plis deh mba ana.. ini kan liburan?!? hehehe;p

akbar wahyu said...

Halo mba amel ..
salam kenal yah ..
masih suka nulis tentang Bandung ga mba ?

amelya oktavia said...

halo. salam kenal juga. kebetulan nulis ini karena liburan aja sama temen temen.. hehe.. saya gak gitu kenal bandung :D

akbar wahyu said...

gpp kok mba .. di share aja langsung di Citizen Journalism web kita ..
jgn lupa sign up dulu sebelomnya ..
Tq